Sabtu, 14 Mei 2016

MEMORI INTERNAL DAN MEMORI EKSTERNAL



BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang


Memory komputer bisa diibaratkan sebagai papan tulis, dimana setiap orang yang masuk kedalam ruangan bisa membaca dan memanfaatkan data yang ada dengan tanpa merubah susunan yang tersaji. Data yang diproses oleh komputer, sebenarnya masih tersimpan didalam memory, dan dalam hal ini komputer hanya membaca data dan kemudian memprosesnya. Satu kali data tersimpan didalam memory komputer, maka data tersebut akan tetap tinggal disitu selamanya. Setiap kali memory penuh, maka data yang ada bisa dihapus sebagian ataupun seluruhnya untuk diganti dengan data yang baru.

Walaupun konsepnya terasa sederhana, memori komputer memiliki aneka ragam jenis, teknologi, organisasi, unjuk kerja, dan biaya bagi sistem komputer. Tidak ada satu pun teknologi yang optimal dalam memuaskan kebutuhan memori suatu sistem komputer. Sebagai akibatnya, sistem komputer yang umum dilengkapi dengan hirarki subsistem-subsistem memori, yang sebagiannya bersifat internal terhadap sistem (dapat diakses secara langsung oleh processor) dan sebagian lagi bersifat eksternal (dapat diakses oleh processor melalui suatu modul I/O).


1. Memori Internal
  1. Memori Utama Semikonduktor
  2. Error Correction
  3. Organisasi DRAM Tingkat Lanjut
2. Memori Eksternal
A. Magnetic Disc (Disk Management)
B. Optical Memory
C. Magnetic Tape (Pita Magnetik)
  1. RAID


3.       Tujuan danPenulisan
  1. Agar kita mengetahui pengertian dari Memori
  2. Agar kita mengetahui bahwa memori itu ada 2 macam yaitu internal dan eksternal
  3. Agar kita mengetahui dan memahami  susunan, bagian, maupun fungsi dari memori internal dan eksternal

BAB II

ISI

              Pada komputer lama, bentuk umum random access memory untuk memori utama adalah sebuah piringan ferromagnetik berlubang yang dikenal sebagai core, istilah yang tetap dipertahankan hingga saat ini.
a.               Organisai
              Sebagaimana kita ketahui, main memory merupakan penghubung utama antara data dari storage menuju pemrosesan di prosessor.Memory terbuat dari bahan semikonduktor. Elemen dasar memori semikonduktor adalah sel memori. Walaupun digunakan sejumlah teknologi elektronik, seluruh sel memori memiliki sifat-sifat tertentu, yaitu :

1.               Memiliki dua keadaan stabil untuk representasi bilangan biner 1 atau 0.
2.               Memiliki kemampuan untuk ditulisi.
3.               Memiliki kemampuan untuk dibaca.
              Umumnya, sel memiliki tiga terminal fungsi yang mampu membawa signal listrik. Terminal select, berfungsi memilih sel memori yang akan digunakan untuk operasi read atau write. Untuk penulisan terminal lainnya menyediakan signal listrik yang menyetel keadaan sel menjadi 1 atau 0. Untuk pembacaan, terminal itu digunakan untuk output keadaan sel.

Gambar  Operasi Sel Memori
Ada beberapa jenis memori semikonduktor, yaitu :

b.               DRAM dan SRAM(dynamic and static)
·                  DRAM
Secara internal, setiap sel yang menyimpan 1 bit data memiliki 1 buah Transistor dan 1 buah Kondensator. Kondensator ini yang menjaga tegangan agar tetap mengaliri transistor sehingga tetap dapat menyimpan data. Oleh karena penjagaan arus itu harus dilakukan setiap beberapa saat (yang disebut refreshing) maka proses ini memakan waktu yang lebih banyak daripada kinerja

·                  SRAM
adalah sejenis memori semikonduktor. Kata "statik" menandakan bahwa memori memegang isinya selama listrik tetap berjalan, tidak seperti RAM dinamik (DRAM) yang membutuhkan untuk "disegarkan" ("refreshed") secara periodik. Hal ini dikarenakan SRAM didesain menggunakan transistor tanpa kapasitor. Tidak adanya kapasitor membuat tidak ada daya yang bocor sehingga SRAM tidak membutuhkan refresh periodik. SRAM juga didesain menggunakan desain cluster enam transistor untuk menyimpan setiap bit informasi. Desain ini membuat SRAM lebih mahal tapi juga lebih cepat jika dibandingkan dengan DRAM. Secara fisik chip, biaya pemanufakturan chip SRAM kira kira tiga puluh kali lebih besar dan lebih mahal daripada DRAM. Tetapi SRAM tidak boleh dibingungkan dengan memori baca-saja dan memori flash, karena ia merupakan memori volatil dan memegang data hanya bila listrik terus diberikan. Akses acak menandakan bahwa lokasi dalam memori dapat diakses, dibaca atau ditulis dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan lokasi alamat data tersebut dalam memori. Chip SRAM lazimnya digunakan sebagai chace memori , hal ini terutama dikarenakan kecepatannya. Saat ini SRAM dapat diperoleh dengan waktu akses dua nano detik atau kurang , kira kira mampu mengimbangi kecepatan processor 500 MHz atau lebih


c.                Jenis ROM
·                  Programmabel ROM (PROM)
-                   Bersifat non volatile dan hanya bisa ditulisi sekali saja.
-                   Proses penulisan dibentuk secara elektris.
-                   Diperlukan peralatan khusus untuk proses penulisan atau “pemrograman”.

·                  Erasable PROM (EPROM)
-                   Dibaca secara optis dan ditulisi secara elektris.
-                   Sebelum operasi write, seluruh sel penyimpanan harus dihapus menggunakan radiasi sinar ultra-violet terhadap keping paket.
-                   Proses penghapusan dapat dilakukan secara berulang, setiap penghapusan memerlukan waktu 20 menit.
-                   Untuk daya tampung data yang sama EPROM lebih mahal dari PROM.

·                  Electrically EPROM (EEPROM)
-                   Dapat ditulisi kapan saja tanpa menghapus isi sebelumnya.
-                   Operasi write memerlukan watu lebih lama dibanding operasi read.
-                   Gabungan sifat kelebihan non-volatilitas dan fleksibilitas untuk update dengan menggunakan bus control, alamat dan saluran data.
-                   EEPROM lebih mahal dibanding EPROM.
Sel memori memiliki sifat tertentu sbb.:
Ø    Memiliki dua keadaan stabil untuk representasi bilangan biner 1 atau 0.
Ø    Memiliki kemampuan untuk ditulisi
Ø    Memiliki kemampuan untuk dibaca.

Tabel  Tipe – tipe memori semikonduktor


d.               Chip logika
Merupakan suatu chip yang berfungsi dan bekerja sebagai unit pemroses yang menjalankan perintah-perintah dan melakukan suatu perhitungan. Dalam prosesnya, logic chip ini dibantu oleh memory chip sebagai media penyimpan data yang digunakan pada waktu proses berlangsung

Karakteristik Chip
Berikut adalah karakteristik penting dari chip :
                  Ukuran bus data internal (internal data bus size): Jumlah saluran yang terdapat dalam mikroprosesor yang menyatakan jumlah bit yang dapat ditransfer antar komponen di dalam chip.
                  Ukuran bus data eksternal (external data bus size): Jumlah saluran yang digunakan untuk transfer data antar komponen antara chip dan komponen-komponen di luar chip.
                  Ukuran alamat memori (memory address size): Jumlah alamat memori yang dapat dialamati oleh chip secara langsung.
                  Kecepatan clock (clock speed): Rate atau kecepatan clock untuk menuntun kerja chip.
                  Fitur-fitur spesial (special features): Fitur khusus untuk mendukung aplikasi tertentu seperti fasilitas pemrosesan floating point, multimedia dan sebagainya.

e.                Chip packaging
                 Merupakan lapisan luar pembentuk fisik dari masing-masing memory chip. Paling sering digunakan, khususnya pada modul memory DDR adalah TSOP (Thin Small Outline Package). Pada RDRAM dan DDR2 menggunakan CSP (Chip Scale Package). Beberapa chip untuk modul memory terdahulu menggunakan DIP (Dual In-Line Package) dan SOJ (Small Outline J-lead).
                 Sirkuit terpadu dipasang pada sebuah paket yang berisi pin untuk koneksi ke dunia luar. Memperlihatkan sebuah paket contoh EPROM, yang merupakan chip 8 Mbit diatur sebagai 1Mx8.  Dalam hal ini,  organisasi ini diperlakukan sebagai satu kataper paket chip. Paket termasuk 32 pin, yang merupakan salah satu ukuran paket chipstandar. Pin yang mendukung sinyal baris berikut:
·                  Alamat dari kata sedang diakses. Untuk kata 1m, total 20 (220 = 1M)  pin yang diperlukan (A0-A19)
·                  Data untuk dibaca keluar, terdiri dari 8 baris (DO-D7)
·                  Catu daya ke chip (Vcc)
·                  Sebuah pin tanah (Vss)
·                  Sebuah chip enable (CE) pin. Karena di sana ada lebih dari satu chip memori, masing-masing yang terhubung ke bus alamat yang sama, pin CE digunakan untuk mengindikasikan apakah alamat tersebut valid untuk chip ini. Pin CE diaktifkan oleh logika terhubung ke tingkat tinggi bit dari bus alamat (misalnya, alamat bit di atas A19).Penggunaan sinyal ini digambarkan saat ini.
·                  Sebuah tegangan program (Vpp) yang disediakan selama pemrograman (menulis operasi).



Gambar . Packing SIMM


              Dalam melaksanakan fungsi penyimpanan, memori semikonduktor dimungkinkan mengalami kesalahan. Baik kesalahan berat yang biasanya merupakan kerusakan fisik memori maupun kesalahan ringan yang berhubungan data yang disimpan. Kesalahan ringan dapat dikoreksi kembali. Untuk mengadakan koreksi kesalahan data yang disimpan diperlukan dua mekanisme, yaitu mekanisme pendeteksian kesalahan dan mekanisme perbaikan kesalahan. Mekanisme pendeteksian kesalahan dengan menambahkan data word (D) dengan suatu kode, biasanya bit cek paritas (C). Sehingga data yang disimpan memiliki panjang D + C. Kesalahan akan diketahui dengan menganalisa data dan bit paritas tersebut. Mekanisme perbaikan kesalahan yang paling sederhana adalah kode Hamming. Metode ini diciptakan Richard Hamming di Bell Lab pada tahun 1950.

Gambar Koreksi Kesalahan dengan Kode Hamming
              Perhatikan gambar 4.5, disajikan tiga lingkaran Venn (A, B, C) saling berpotongan sehingga terdapat 7 ruang. Metode diatas adalah koreksi kesalahan untuk word data 4 bit (D =4). Gambar 4.5a adalah data aslinya. Kemudian setiap lingkaran harus diset bit logika 1 berjumlah genap sehingga harus ditambah bit – bit paritas pada ruang yang kosong seperti gambar 4.5b. Apabila ada kesalahan penulisan bit pada data seperti gambar 4.5c akan dapat diketahui karena lingkaran A dan B memiliki logika 1 berjumlah ganjil. Lalu bagaimana dengan word lebih dari 4 bit ? Ada cara yang mudah yang akan diterangkan berikut. Sebelumnya perlu diketahui jumlah bit paritas yang harus ditambahkan untuk sejumlah bit word. Contoh sebelumnya adalah koreksi kesalahan untuk kesalahan tunggal yang sering disebut single error correcting (SEC). Jumlah bit paritas yang harus ditambahkan lain pada double error correcting (DEC). Tabel 4.5 menyajikan jumlah bit paritas yang harus ditambahkan dalam sistem kode Hamming.




Tabel Penambahan bit cek paritas untuk koreksi kode Hamming

# Data Bits
# Bit Paritas SEC
# Bit Paritas DE
8
4
5
16
5
6
32
6
7
64
7
8
128
8
9
512
9
10

Contoh koreksi kode Hamming 8 bit data :
Dari tabel 4.5 untuk 8 bit data diperlukan 4 bit tambahan sehingga panjang seluruhnya adalah 12 bit. Layout bit disajikan dibawah ini :
Bit cek paritas ditempatkan dengan perumusan 2N dimana N = 0,1,2, ……, sedangkan bit data adalah sisanya. Kemudian dengan exclusive-OR dijumlahkan sebagai berikut :
Setiap cek bit (C) beroperasi pada setiap posisi bit data yang nomor posisinya berisi bilangan 1pada kolomnya.
Sekarang ambil contoh suatu data, misalnya masukkan data : 00111001 kemudian ganti bit data ke 3 dari 0 menjadi 1 sebagai error-nya. Bagaimanakah cara mendapatkan bit data ke 3 sebagai bit yang terdapat error?
Jawab :
Masukkan data pada perumusan cek bit paritas :
Sekarang bit 3 mengalami kesalahan sehingga data menjadi: 00111101
Apabila bit – bit cek dibandingkan antara yang lama dan baru maka terbentuk syndrom word :
Sekarang kita lihat posisi bit ke-6 adalah data ke-3.
              Mekanisme koreksi kesalahan akan meningkatkan realibitas bagi memori tetapi resikonya adalah menambah kompleksitas pengolahan data. Disamping itu mekanisme koreksi kesalahan akan menambah kapasitas memori karena adanya penambahan bit-bit cek paritas. Jadi ukuran memori akan lebih besar beberapa persen atau dengan kata lain kapasitas penyimpanan akan berkurang karena beberapa lokasi digunakan untuk mekanisme koreksi kesalahan.
              Sistem memori semikonduktor dapat mengalami kegagalan (error). Error-error ini dapat dikatagorikan sebagai kegagalan yang berat dan error ringan. Kegagalan berat merupakan kerusakan fisik yang permanen, sehingga sel memori yang mengalaminya tidak dapat lagi digunakan untuk menampung data. Error berat dapat disebabkan oleh kesalahan penggunaan, dan kerusakan yang berasal dari pabrik. Sedangkan error ringan adalah kejadian yang random dan tidak merusak yang mengubah isi sebuah sel memori atau lebih, tanpa merusak memori. Error ringan dapat disebabkan oleh masalah catu daya atau partikel-partikel alpha. Partikel-partikel ini adalah hasil dari peluruhan radioaktif dan merupakan akibat adanya inti radiooaktif dalam jumlah kecil yang secara alami terdapat pada seluruh materi. Namun, hampir semua sistem memori utama modern memiliki logik untuk mendeteksi dan mengoreksi error-error tersebut.

a.               DRAM sinkron
Salah satu yang paling digunakan luas bentuk DRAM adalah synchronous DRAM (SDRAM). Tidak sama dengan DRAM yang tradisional (Asynchronous) SDRAM menukar data dengan prosesor yang disamakanke sinyal pewaktu eksternal dan bekerja pada kecepatan penuh dariprosesor/bus memory tanpa keadaan menunggu
           yang lama.           
                            Dalam DRAM secara umum, hadirnya alamat prosesor dan peningkatan control memori, menunjukkan bahwa satu set data pada lokasi tertentu dalam memori yang manapun harus dibaca dari atau ditulis ke dalam DRAM. Setelah masa
penundaan waktu akses, DRAM melakukan berbagai fungsi internal, seperti mengaktifkan kapasitansi tinggi darisaluran-saluran baris dan kolom, pendeteksian data, dan mengeluarkan data keluar melalui buffer output. Prosesor harus menunggu sebentar melalui penundaan ini, kinerja sistem menjadi lambat.
Dengan synchronous akses, DRAM memindahkan data keluar masuk dibawah
kontrol pewaktu sistem. Prosesor atau master lain mengeluarkan instruksi dan nformasi alamat, yang dikancing oleh DRAM. DRAM kemudian menanggapinya
setelah seperangkat jumlah siklus pewaktu. Sementara itu, master dapat dengan aman melakukan tugas lain ketika SDRAM sedang memproses permintaan

·                  Pendekatan yang berbeda è meningkatkan kinerja DRAM è synchronous DRAM (SDRAM)
·                  SDRAM è bertukar data dengan prosesor yang disinkronkan dengan signal pewaktu eksternal dan bekerja dengan kecepatan penuh bus prosesor/memori tanpa mengenal keadaan wait.
·                  Dengan menggunakan akses sinkron. DRAM memindahkan data ke dalam dan keluar di bawah kontrol waktu sistem.
Gambar dibawah ini struktur dari Synchronous DRAM (SDRAM)
Gambar 7.  Synchronous DRAM

b.               DRAM rombus
·                  RDRAM è menggunakan pendekatan terhadap masalah memory-bandwidt yang lebih revolusioner.
·                  Keping-keping RDRAM dikemas secara vertikal dengan seluruh pin-nya di salah satu sisi.
·                  Bus DRAM khusus memberikan alamat dan informasi kontrol dengan menggunakan protokol berorientasi blok yang asinkron.
Gambar 8. struktur RDRAM

c.                DRAM cache
·                  dikembangkan oleh Mitsubishi [ HIDA90, ZHAN01], mengintegrasikan suatu SRAM ke suatu DRAM umum memotong. SRAM pada CDRAM dapat digunakan jalan dua arah. Pertama, dapat digunakan sebagaitempat menyembunyikan benar, terdiri dari sejumlah 64-bit bentuk. Gaya Tempat menyembunyikan CDRAM adalah efektif untuk akses yang diacak biasa ke memori.
·                  SRAM pada CDRAM dapat juga digunakan sebagai suatu penyangga/bantalan untuk mendukung yang serial akses suatu blok data. Sebagai contoh, untuk menyegarkan suatu layar bit-mapped, CDRAM kaleng prefetch data dari DIRHAM (UANG YUNANI KUNO) ke dalam SRAM penyangga/bantalan. Akses yang berikut kepada chip mengakibatkan akses semata-mata untuk SRAM

Memory Eksternal adalah memori yang menyimpan data dalam media fisik berbentuk kaset atau disk. agar tetap mengaliri transistor sehingga tetap dapat menyimpan data. Oleh karena penjagaan arus itu harus dilakukan setiap beberapa saat (yang disebut refreshing) maka proses ini memakan waktu yang lebih banyak daripada kinerja Static RAM.

Disk adalah piringan bundar yang terbuat dari bahan tertentu (logam atau plastik) dengan permukaan dilapisi bahan yang dapat di magnetisasi. Mekanisme baca/tulis menggunakan kepala baca atau tulis yang disebut head, merupakan komparan pengkonduksi (conducting coil). Desain fisiknya, head bersifat stasioner sedangkan piringan disk berputar sesuai kontrolnya.
Layout data pada disk diperlihatkan pada gambar 5.1 dan gambar 5.2. Terdapat dua metode layout data pada disk, yaitu constant angular velocity dan multiple zoned recording. Disk diorganisasi dalam bentuk cincin – cincin konsentris yang disebut track. Tiap track pada disk dipisahkan oleh gap. Fungsi gap untuk mencegah atau mengurangi kesalahan pembacaan maupun penulisan yang disebabkan melesetnya head atau karena interferensi medan magnet.
Sejumlah bit yang sama akan menempati track – track yang tersedia. Semakin ke dalam  disk maka kerapatan (density) disk akan bertambah besar. Data dikirim ke memori ini dalam bentuk blok, umumnya blok lebih kecil kapasitasnya daripada track. Blok – blok data disimpan dalam disk yang berukuran blok, yang disebut sector. Sehingga track biasanya terisi beberapa sector, umumnya 10 hingga 100 sector tiap tracknya.
Head harus bisa mengidentifikasi titik awal atau posisi – posisi sector maupun track. Caranya data yang disimpan akan diberi header data tambahan yang menginformasikan letak sector dan track suatu data.Tambahan header data ini hanya digunakan oleh sistem disk drive saja tanpa bisa diakses oleh pengguna.


Disk drive beroperasi dengan kecepatan konstan. Untuk dapat membaca dan menulis, head harus berada pada track yang diinginkan dan pada awal sectornya. Diperlukan waktu untuk mencapai track yang diinginkan, waktu yang diperlukan disebut aebagai seek time. Apabila track sudah didapatkan maka diperlukan waktu sampai sector yang bersangkutan berputar sesuai dengan headnya, yang disebut rotational latency. Jumlah seek time dan rotational latency disebut dengan access time. access time adalah waktu yang diperlukan disk untuk berada pada posisi siap membaca atau menulis.

2.2.a. compact disc(cd)

Pengertian CD atau Compact Disc adalah piringan yang berwana perak ini  di buat dari lapisan plastik, yang di sinari oleh sinar laser. Nah, sinar laser ini membuat lubag-lubang yang sangat kecil yang tidak bisa di lihat secara kasat mata. Lubang-lubang tersebut akan membuat deretan kode yang berisi deretan data-data. Karena membentuk lubang-lubang, maka tidak bisa di tutup lagi. kemudian plastik-plastik itu akan di tutup lagi oleh cairan plastik, yang berguna sebagi pemantul dan pelindung lubang-lubang tadi yang berbentuk data. Proses pembuatannya di lakukan secara bertahap oleh mesin cetak.
CD sudah bukan barang aneh untuk saat ini. Media CD untk saat ini banyak di gunakan orang, untuk keperluan menyimpan data, seperti Foto, Film, File Document, Dan lain sebagainya. Media CD ini banyak digunakan karena harga nya yang sangat terjangkau. Mulai Dari Rp. 1.000,- samapi Rp. 10.000,-.
Kapasitas nya pun sangan beragam Mulai dari 500MB sampai dengan 800 MB.
Seiring dengan perkembangan zaman, CD mulai berkembang lagi jenis nya. Yang sekarang ini sering kita kenal dengn nama DVD.

2.2.b. DVD
(Digital Versatile Disk, awalnya Digital Video Disk) Merupakan pengembangan CD untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam penyimpanan memori besar. Desain DVD sama dengan CD biasa, terbuat dari polikarbonat 1,2 mm yang berisi pit dan land, disinari dioda laser dan dibaca oleh foto-detektor. Hal yang baru adalah :
• Pit – pit lebih kecil (0,4 mikron, atau setengahnya CD biasa)
• Spiral lebih rapat (0,74 mikron, sedangkan pada CD biasa 1,6 mikron)
• Menggunakan teknologi laser merah dengan ukuran 0,65 mikron, sedangkan pada CD biasa 0,78 mikron.

2.2.c. blu ray
Sistem pita magnetik menggunakan teknik pembacaan dan penulisan yang identik dengan sistem disk magnetik.
Medium pita magnetik berbentuk track – track paralel, sistem pita lama berjumlah 9 buah track sehingga memungkinkan penyimpanan satu byte sekali simpan dengan satu bit paritas pada track sisanya. Sistem pita baru menggunakan 18 atau 36 track sebagai penyesuaian terhadap lebar word dalam format digital.
Seperti pada disk, pita magnetik dibaca dan ditulisi dalam bentuk blok – blok yangbersambungan (kontinyu) yang disebut physical record. Blok – blok tersebut dipisahkan oleh gap yang disebut inter-record gap. Gambar 15 menyajikan format fisik pita magnetik.
Gambar . Format fisik pita magnetik
Head pita magnetik merupakan perangkat sequential access. Head harus menyesuaikan letak record yang akan dibaca ataupun akan ditulisi. Apabila head berada di tempat lebih atas dari record yang diinginkan maka pita perlu dimundurkan dahulu, baru dilakukan pembacaan dengan arah maju. Hal ini sangat berbeda pada teknologi disk yang menggunakan teknik direct access. Kecepatan putaran pita magnetik adalah rendah sehingga transfer data menjadi lambat, saat ini pita magnetik mulai ditinggalkan digantikan oleh jenis – jenis produk CD.


RAID (Redundancy Array of Independent Disk) merupakan organisasi disk memori yang mampu menangani beberapa disk dengan sistem akses paralel dan redudansi ditambahkan untuk meningkatkan reliabilitas. Karena kerja paralel inilah dihasilkan resultan kecepatan disk yang lebih cepat. Teknologi database sangatlah penting dalam model disk ini karena pengontrol disk harus mendistribusikan data pada sejumlah disk dan juga membacaan kembali.
Karakteristik umum disk RAID :
                  RAID adalah sekumpulan disk drive yang dianggap sebagai sistem tunggal disk.
                  Data didistribusikan ke drive fisik array.
                  Kapasitas redudant disk digunakan untuk menyimpan informasi paritas, yang menjamin recoveribility data ketika terjadi masalah atau kegagalan disk.
Tabel . Level RAID
                  RAID tingkat 0
Sebenarnya bukan RAID karena tidak menggunakan redundansi dalammeningkatkan kinerjanya. Data didistribusikan pada seluruh disk secara array merupakan keuntungan dari pada menggunakan satu disk berkapasitas besar.
Sejalan perkembangan RAID – 0 menjadi model data strip pada disk dengan suatu management tertentu hingga data sistem data dianggap tersimpan pada suatu disk logik. Mekanisme tranfer data dalam satu sektor sekaligus sehingga hanya baik untuk menangani tranfer data besar.
Gambar . RAID tingkat 0
                  RAID tingkat 1
Pada RAID – 1, redundansi diperoleh dengan cara menduplikasi seluruh data pada disk mirror-nya. Seperti halnya RAID – 0, pada tingkat 1 juga menggunakan teknologi stripping,perbedaannya adalah dalam tingkat 1 setiap strip logik dipetakkan ke dua disk yang secara logika terpisah sehingga setiap disk pada array akan memiliki mirror disk yang berisi data sama. Hal ini menjadikan RAID – 1 mahal.
Keuntungan RAID – 1:
                  Permintaan pembacaan dapat dilayani oleh salah satu disk karena terdapat dua disk berisi data sama, tergantung waktu akses yang tercepat.
                  Permintaan penyimpanan atau penulisan dilakukan pada 2 disk secara paralel.
                  Terdapat back-up data, yaitu dalam disk mirror-nya.
RAID – 1 mempunyai peningkatan kinerja sekitar dua kali lipat dibandingkan RAID – 0 pada operasi baca, namun untuk operasi tulis tidak secara signifikan terjadi peningkatan. Cocok digunakan untuk menangani data yang sering mengalami kegagalan dalam proses pembacaan. RAID – 1 masih bekerja berdasarkan sektor – sektornya.
Gambar . RAID tingkat 1
                  RAID tingkat 2
RAID – 2 mengganakan teknik akses paralel untuk semua disk. Dalam proses operasinya, seluruh disk berpartisipasi dan mengeksekusi setiap permintaan sehingga terdapat mekanisme sinkronisasi perputaran disk dan headnya. Teknologi stripping juga digunakan dalam tingkat ini, hanya stripnya berukuran kecil, sering kali dalam ukuran word atau byte. Koreksi kesalahan menggunakan sistem bit paritas dengan kode Hamming. Cocok digunakan untuk menangani sistem yang kerap mengalami kesalahan disk.
Gambar . RAID tingkat 2
                  RAID tingkat 3
Diorganisasikan mirip dengan RAID – 2, perbedaannya pada RAID – 3 hanya membutuhkan disk redudant tunggal, tidak tergantung jumlah array disknya. Bit paritas dikomputasikan untuk setiap data word dan ditulis pada disk paritas khusus. Saat terjadi kegagalan drive, data disusun kembali dari sisa data yang masih baik dan dari informasi paritasnya. RAID – 3 menggunakan akses paralel dengan data didistribusikan dalam bentuk strip-strip kecil. Kinerjanya menghasilkan transfer berkecepatan tinggi, namun hanya dapat mengeksekusi sebuah permintaan I/O saja sehingga kalau digunakan pada lingkungan transaksi data tinggi terjadi penurunan kinerja.
Gambar .  RAID tingkat 3
                  RAID tingkat 4
RAID – 4 menggunakan teknik akses yang independen untuk setiap disknya sehingga permintaan baca atau tulis dilayani secara paralel. RAID ini cocok untuk menangani system dengan kelajuan tranfer data yang tinggi. Tidak memerlukan sinkronisasi disk karena setiap disknya beroperasi secara independen. Stripping data dalam ukuran yang besar. Strip paritas bit per bit dihitung ke seluruh strip yang berkaitan pada setiap disk data. Paritas disimpan pada disk paritas khusus. Saat operasi penulisan, array management software tidak hanya meng-update data tetapi juga paritas yang terkait. Keuntungannya dengan disk paritas yang khusus menjadikan keamanan data lebih terjamin, namun dengan disk paritas yang terpisah akan memperlambat kinerjanya.
Gambar .RAID tingkat 4
                  RAID tingkat 5
Mempunyai kemiripan dengan RAID – 4 dalam organisasinya, perbedaannya adalah strip – strip paritas didistribusikan pada seluruh disk. Untuk keamanan, strip paritas suatu disk disimpan pada disk lainnya. RAID – 4 merupakan perbaikan dari RAID – 4 dalam hal peningkatan kinerjanya. Disk ini biasanya digunakan dalam server jaringan.
Gambar . RAID tingkat 5
                  RAID tingkat 6
Merupakan teknologi RAID terbaru. Menggunakan metode penghitungan dua paritas untuk alasan keakuratan dan antisipasi terhadap koreksi kesalahan. Seperti halnya RAID – 5, paritas tersimpan pada disk lainnya. Memiliki kecepatan transfer yang tinggi.



















\

BAB III

PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Setelah kelompok kami selesai menyusun makalah ini, maka kelompok kami dapat menyimpulkannya bahwa;
Memori adalah bagian dari komputer tempat program – program dan data - data disimpan. Bebarapa pakar komputer (terutama dari Inggris) menggunakan istilah store atau storage untuk memori ke penyimpanan disket.Memori komputer memiliki aneka ragam jenis, teknologi, organisasi, unjuk kerja dan harganya.
Memori internal merupakan memori yang dapat diakses langsung olehprosesorregister yang terdapat di dalam prosesor. Cache memori dan memori utama berada di luar prosesor .
Memory Eksternal adalah memori yang menyimpan data dalam media fisik berbentuk kaset atau disk. agar tetap mengaliri transistor sehingga tetap dapat menyimpan data.

3.2 Saran
Dari beberapa Uraian diatas jelas banyaklah kesalahan serta kekeliruan, baik disengaja maupun tidak, dari itu kami harapkan kritik dan sarannya untuk memperbaiki segala keterbatasan yang kelompok kami punya, sebab manusia adalah tempatnya salah dan lupa.









DAFTAR PUSTAKA


  • William Stallings Computer Organization and Architecture8th Edition, chapter 5
            (internal memori )
  • William Stallings Computer Organization and Architecture8th Edition, chapter 6
(eksternal memori )

  • 20091211_organisasidanarsitekturkomputer , bab 4 ( Memori )

  • 20091211_organisasidanarsitekturkomputer,bab5(Peralatam PenyimpananData )

1 komentar:

  1. Keren, sangat membantu .. Mkasih atas ilmunya ... I love u muachhh

    BalasHapus